Pendidikan

Apa Itu Teks Anekdot – Pengertian, Jenis, Unsur dan Contoh

Apa itu teks anekdotal – Anekdot atau lelucon adalah cerita yang menarik karena lucu, mudah diingat, biasanya tentang orang penting atau terkenal, dan berdasarkan kisah nyata.

Majalahdikti.com akan menyajikan materi pembelajaran berjudul Apa Itu Teks Anekdot. Dimana materi pembelajaran ini ditinjau terhadap definisi, jenis, unsur dan contoh.

Memahami apa itu teks anekdot

Apa itu teks anekdot adalah cerita yang menarik karena ceritanya lucu dan menarik, biasanya tentang orang-orang penting atau terkenal, dan berdasarkan peristiwa nyata. Padahal, lelucon adalah cerita lucu berdasarkan kejadian nyata.

Biasanya lelucon tidak mengandung detail cerita, sehingga efek cerita yang ditampilkan bersifat sementara. Lelucon itu lucu, menghibur dan biasanya dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, anekdot juga membahas topik tertentu dan disertai dengan pengalaman pribadi. Misalnya bercanda tentang program sekolah yang terus berubah. Lihat contoh di bawah ini.

Secara umum, lelucon adalah cerita yang mengandung unsur lelucon dan isinya ditujukan untuk kritik. Topik yang dibahas dalam teks ini meliputi isu-isu politik, publik, masyarakat dan lingkungan.

Teks ini bukan hanya cerita lucu, tetapi juga percakapan antara dua aktor. Kontennya tidak hanya tentang lelucon, tetapi juga tentang perintah atau nilai-nilai moral.

tujuan anekdot

  • Sebagai penghiburan
  • sebagai media pengering
  • Membangkitkan rasa bahagia dan tawa saat membaca

Cerita lucu yang berbentuk novel atau komik (cerita visual) biasanya mengandung detail-detail agar efek ceritanya bertahan lama.

Selain itu, cerita biasanya disusun sedemikian rupa sehingga pembaca merasa termotivasi atau pendongeng secara sadar berbagi pengalamannya dengan orang lain.

Dalam cerita humor, tidak semua unsur didasarkan pada pengalaman atau fakta pribadi. Cerita sederhana bisa dibuat-buat atau hanya sekedar pamer.

Saat ini, lelucon tidak hanya dilakukan secara lisan, tetapi juga secara tertulis. Misalnya seperti yang dikatakan di awal paragraf, dengan mengirimkan pesan tentang acara yang menyenangkan

Pesan ini bisa berbentuk dialog atau narasi. Posting ini juga biasanya berhubungan dengan topik terkini, sehingga hubungan dapat dibuat antara kejadian terkini dan anekdot yang diceritakan.

Jenis teks anekdot

Cerita
Berikut ini adalah lelucon dalam bentuk cerita, sebagian besar langsung ke intinya. Artinya, cerita yang disajikan umumnya lugas dan bertempo cepat.

Karena disajikan dalam bentuk yang luas, pembaca atau pendengar akan lebih cepat memahaminya daripada lelucon sejarah. Namun, tidak mengherankan jika anekdot cerita ini terlihat lebih pendek.

artikel
Artikel jenis pertama biasanya berupa anekdot dalam bentuk formasi naratif. Artinya, dalam teks anekdot, cerita dengan jelas menggambarkan toko, plot, peristiwa, serta latar belakang. Oleh karena itu, artikel anekdot jenis ini juga berbicara tentang hal atau orang yang nyata.

teks dialog
Lainnya berupa teks dialog. Seperti yang Anda ketahui, teks dialog dalam lakon adalah bagian terpenting dari cerita dramatis. Teks anekdot berbentuk teks interaktif biasanya disajikan dalam bentuk anekdot dramatik dengan petunjuk cara bersikap.

Elemen teks anekdot

dalam teks anekdot antara lain terdiri dari beberapa unsur, yaitu:

  1. tema cerita
    Subjek cerita adalah salah satu elemen terpenting dalam teks anekdot. Unsur yang satu ini merupakan gagasan umum yang menjadi dasar pengembangan cerita anekdot.
  2. gambar
    Unsur selanjutnya yang juga termasuk dalam teks anekdot adalah karakter. Seperti namanya, unsur yang satu ini adalah aktor yang terdapat dalam cerita atau teks anekdot.
  3. Latar Belakang
    Seperti yang telah diketahui, unsur latar dalam teks anekdot dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu: latar tempat, latar waktu, dan latar sosial.
  4. posisi
    Sudut pandang adalah cara yang dipilih pencipta cerita untuk mengungkapkan ide atau cerita. Sudut pandang sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu: dari orang pertama dan dari orang ketiga.
  5. gaya dan nada bahasa
    Unsur terakhir adalah gaya bahasa yang digunakan. Perhatikan bahwa gaya bahasa memiliki banyak fungsi dalam cerita atau teks anekdot. Salah satu fungsinya adalah pertemuan gagasan. Adapun nada, inilah ekspresi yang muncul dalam cerita. Ekspresi ini disajikan atau ditampilkan untuk setiap karakter.

Contoh teks anekdot

Kami memberikan beberapa contoh teks anekdot:

Musisi jalanan dan sutradara

Suatu ketika sutradara bertemu dengan musisi jalanan. Kemudian terjadi percakapan yang sulit di antara mereka.

Sutradara : “Mas, nyanyinya pasti capek ya?” tanya direktur.

Pengamen : (menjawab dengan nada kalem): “Tidak apa-apa pak, saya malah disuapi sampai tiga kali.”

Direktur: (terkejut dengan tanggapan pengamen)

Penyanyi: (lanjutan) “Saya juga makan malam di restoran cepat saji dengan keluarga besar saya tempo hari, bukan?”

Sutradara : (penasaran, lalu bertanya) “Berapa gaji bulan emas per bulan?”

Pengamen: (ketika menjawab pertanyaan secara detail, dia menyebutkan bahwa gaji bulanannya adalah 25 juta) “Hanya 25 juta, Pak…”

Sutradara: eh…

Pas denger sutradaranya heran, kok bisa? Meski hanya lulusan S2, penghasilannya hanya 8 juta per bulan.

Penghapus ajaib

Mom dan Meme duduk berpasangan, berkonsentrasi pada soal-soal ujian. Seperti biasa, ibu tidak membawa penghapus karena selalu mangkir (ditolak).

IBU: Bisakah saya meminjam penghapus?

Meme: Hm, saya baru saja membeli ini. Lalu di mana kamu meletakkan penghapus yang kamu pinjam kemarin?

IBU: Hmm… Penghapusnya dipinjam kemarin, Sari.

Meme: Ya, itu tanggung jawab Anda. Anda adalah orang pertama yang meminjamkan sesuatu.

Ibu terdiam, ya, dia tidak benar karena dia lupa bertanya tentang sari. Setelah beberapa menit ujian selesai. Mereka pergi ke kantin sekolah untuk membeli makanan.

Momo: Meme, kemarin kamu bilang mau belajar sulap, dimana?

Meme: Tidak, saya hanya ingin belajar dari ibu saya, bukan?

IBU: Uh… kapan aku bisa melakukan keajaiban? saya tidak bisa

Meme: Siapa bilang… Jangan bohong… Buktikan sihirmu menghilang dari penghapus setiap hari kan?

Mom dan Momo diam-diam merasa malu.

IBU: Ya, ya… aku akan mengganti penghapusmu besok!!!!

tukang roti dan pembeli

Di pagi yang cerah ini, tukang roti berjalan melewati desa sambil membunyikan lonceng mereknya. Beberapa saat kemudian anak laki-laki itu memanggil tukang roti.

Pembeli: Jenis roti apa yang Anda jual?

Penyedia: Banyak deck, Anda dapat memilih yang Anda suka.

Bocah itu juga menunjuk ke roti di dekat jendela. Penjual dengan hati-hati menjelaskan semua roti yang dia jual.

Vendor : Makan Mangga, Durian, Daging, Coklat dan masih banyak rasa lainnya.

Pembeli : Sedang apa pak? Jual roti disebut buah. Apakah Anda tidak serius menjual? Biarkan aku makan roti sungguhan.

Pedagang: Semuanya roti pipih… Hanya rasa buah.

Pembeli: apakah Anda bercanda? Bagaimana mungkin ada roti seperti itu? Roti dan buah lainnya, Pak!

Penjual: sampai jumpa!!! Tuan, ini tidak seperti mereka menjual roti!

Hal tersebut dapat admin sampaikan dalam materi yang membahas tentang apa itu teks anekdot. Kami berharap materi yang dibahas dalam artikel ini dapat membawa pemahaman dan manfaat bagi pembaca semua.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button