Umum

Berantas Pinjol Ilegal, SWI Perkuat Penegakan Hukum

Hilangkan Pinjaman Gelap – Sekitar 3 hari yang lalu Bankepdf menulis cara melaporkan pinjaman, panduan singkat untuk pengguna pinjaman yang mengalami masalah baik dengan tim DC maupun perusahaan secara langsung, baik pemberi pinjaman resmi maupun ilegal. Hari ini, melalui laman Instagram resmi OJK, Satgas Waspada Investasi mengumumkan telah menggenjot penegakan hukum untuk memberantas pinjaman gelap hingga ke akar-akarnya. Ini merupakan kabar gembira bagi para korban pinjaman gelap khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

SWI telah memberantas pinjaman gelap sejak 2018

swi menghilangkan pinjaman ilegal

Satgas Waspada Investasi (SWI) yang terdiri dari 12 departemen dan lembaga sepakat meningkatkan upaya pemberantasan pinjaman gelap untuk melindungi masyarakat. SWI akan selalu berusaha mendeteksi kasus pinjaman ilegal melalui kepolisian Indonesia. Ini masih menjadi keluhan para korban pelapor. Mereka yang mengadu ke Polda atau Polres soal masalah penyebarluasan data oleh peminjam ilegal mengatakan tidak ada optimisme pelaku bisa ditangkap. Mereka hanya disarankan untuk mengabaikannya atau mengganti nomor ponsel.

SWI sendiri menutup total 3.365 lembaga kredit ilegal sejak 2018 hingga Juli 2021. Ini adalah angka yang sangat besar mengingat bahkan tidak ada 200 perusahaan pemberi pinjaman resmi per Juni 2021. Namun, pendekatan sebelumnya adalah memblokir aplikasi dan situs web terkait secara langsung. Cara tersebut diakui oleh SWI sendiri tidak efektif dan tidak menimbulkan efek jera, terbukti dengan banyaknya pinjaman gelap yang masih berlanjut hingga saat ini.

Bergabunglah untuk menghilangkan pinjaman ilegal

Lembaga-lembaga berikut lebih berkomitmen untuk memberantas kredit gelap dan menghilangkan rasa takut yang ditimbulkannya. Mereka secara otoritatif berjanji akan lebih tanggap dalam upayanya melindungi masyarakat dari jeratan rentenir online. Langkah-langkah berikut diambil:

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

  • Bekerja sama dengan bank untuk memblokir rekening kredit ilegal.
  • Melarang industri jasa keuangan memfasilitasi pinjaman ilegal.
  • Memperluas pendidikan kepada masyarakat.

Bareskrim Polri

  • Membuka akses penyampaian laporan pengaduan kredit ilegal ke Polda dan Polres seluruh Indonesia atau melalui website https://patrolisiber.id dan email ke [email protected]
  • Lacak laporan informasi kredit ilegal dari SWI.
  • Melakukan pelatihan teguran pinjam meminjam uang oleh anggota Bhayangkari.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo)

  • Melakukan patroli siber
  • Pemblokiran berkala terhadap situs dan aplikasi pinjaman ilegal.
  • Menyebarkan peringatan pinjaman ilegal kepada masyarakat melalui SMS.
  • Melakukan kursus pelatihan tentang perlindungan data pribadi untuk publik.

Kementerian Koperasi dan UKM RI

  • Kendalikan serikat tabungan dan kredit tanpa izin yang menawarkan pinjaman online kepada non-anggota.
  • Melakukan pelatihan peringatan pinjaman ilegal kepada kantor koperasi dan manajemen koperasi.

Bank Indonesia

  • Larang gateway pembayaran dan perusahaan pengiriman uang untuk berkolaborasi dengan atau memfasilitasi pinjaman ilegal.
  • Melakukan pelatihan tentang peringatan pinjaman ilegal ke gateway pembayaran dan perusahaan transfer dana.

Kementerian Dalam Negeri Indonesia

Melakukan pelatihan teguran pinjam meminjam kepada kepala desa dan lurah di seluruh Indonesia.

Kementerian Agama Indonesia

Melakukan pelatihan peringatan pinjaman ilegal ke pesantren, madrasah dan tokoh agama di seluruh Indonesia.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia

Melakukan pelatihan peringatan pinjaman ilegal untuk akademisi di seluruh Indonesia.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kementerian Penanaman Modal/BPKM dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)

Membagikan konten edukasi peringatan kredit ilegal di media sosial masing-masing.

Catatan

Mari kita basmi pinjaman gelap

Kampanye pemberantasan pinjaman ilegal ini akan jauh lebih efektif bila sudah ada payung hukumnya, seperti Undang-Undang Teknologi Finansial yang berisi ancaman pidana terhadap pelaku pinjaman online ilegal, dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Jadi mereka yang mencoba main-main atau mencari celah akan berpikir seratus kali karena sanksi dan konsekuensinya jelas.

Hingga hal ini terwujud, kampanye pemberantasan pinjaman gelap merupakan tanggung jawab bersama. Selain lembaga-lembaga yang disebutkan di atas, kami para pengguna kredit merupakan pemain penting yang perlu dilibatkan secara aktif. Keberhasilan bisnis lembaga akan bergantung pada ketaatannya. Jika pinjaman ilegal masih memungkinkan dengan segala cara, maka itu sia-sia. Kenali ciri-ciri pinjaman gelap dan jauhi. Karena berurusan dengan pinjaman ilegal hanya untung 1% (yaitu mendapat pinjaman) sedangkan 99% sisanya merugi karena data Anda akan terus disalahgunakan selama masih tersimpan di database mereka. Mari Hilangkan Pinjaman Ilegal!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button