Pendidikan

Majas Eponim – Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Contoh

Idiom eponim – Bentuk idiom ini termasuk dalam bentuk idiom perbandingan yang digunakan oleh seseorang untuk mengatakan sesuatu atau nama dengan mengasosiasikannya dengan sesuatu.

Majalahdikti.com menyajikan materi pembelajaran dengan judul idiom nama yang sama. Dimana materi pembelajaran ini diulas dengan definisi dan contoh.

memahami

Dalam idiom ini, gaya bahasa ditempatkan dengan mengasosiasikan nama dengan sesuatu yang dipinjam dalam kaitannya dengan konteks frasa yang diungkapkan. Ciri khasnya adalah nama tokoh atau orang terkenal.

Emponim juga termasuk dalam jenis perbandingan yang terdapat dalam idiom, dan penggunaannya adalah menggunakan nama-nama tokoh nyata dan imajiner untuk menyebutkan tempat, penemuan, atau objek tertentu, karena korelasi antara nama dan referensi objek.

Korelasi ini mungkin karena tokoh tersebut sebagai pencipta atau penemu objek kemudian diberi nama, atau karena perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh tokoh tersebut mencerminkan suatu objek.

Contoh tokoh eponymous dalam bentuk kalimat

  • Konstanta Planck (dari Max Planck).
  • Kita harus pintar seperti Einstein. (Albert Einstein).
  • Perempuan Indonesia harus bisa menjadi Kartini di era modern. (RA Kartini).
  • Penyakit Parkinson (oleh James Parkinson).
  • Komet Halley (oleh Edmond Halley).
  • Distribusi Gaussian (oleh Carl Friedrich Gauss).
  • Bilangan Avogadro (oleh Amedeo Avogadro).
  • Mesin diesel (oleh Rudolf Diesel).
  • Negeri ini membutuhkan Gajah Mada untuk maju.
  • Robin Hood untuk memadamkan ketidakadilan ini.
  • Saya meminta izin untuk pergi ke belakang.
  • Dia adalah siswa tuli.
  • Kami membutuhkan Robin Hood untuk memperbaiki kesalahan ini.
  • Negeri ini membutuhkan Gajah Mada untuk maju.
  • Ksatria surgawi ketujuh terkikik kegirangan dan menunjukkan giginya yang ompong.
  • Dan minggu berikutnya rumah kontrakan kami menjadi kuburan euforia karena Jimbron tiba-tiba lesu.
  • Tidak, sekolah menengah segera menjadi cendekiawan gading tertinggi di negara Pantai Timur.
  • Bahkan anak laki-laki pembawa acara yang kecantikannya jelas Cleopatra mencintaiku.
  • Haruskah saya menggunakan pedang Zulfikar untuk mengalahkan Koruptor? (nama pedang).
  • Saat itu, dalam kondisi sulit, masyarakat awam begitu yakin akan keberadaan Satria Piningit. (manusia harapan bangsa).
  • Tina telah menjadi tahanan rumah ganda sejak dia berusia 15 tahun, ketika dia tidak bisa berjalan dan bahkan tidak bisa mendengar. (tuna ganda = handicap gabungan).
  • Alvin agak tertinggal dari teman-temannya (kurang pintar).
  • Karena kesulitan ekonomi, Clara harus menjadi pelacur di kota. (pelacur komersial)
  • Saya mengajukan diri untuk menjadi pelayan di salah satu tempat tersebut sementara adik-adik saya bisa melanjutkan pendidikan mereka. (Pelayan)
  • Evan meminta izin untuk kembali di tengah seminar. (di dalam kamar mandi).
  • Yoni adalah seorang tuner, jadi dia tidak bisa bernyanyi dengan baik. (kesalahan suara/suara).
  • Batang Besi adalah tempat bagi orang yang melakukan kesalahan atau melanggar hukum. (Penjara).
  • Ahli saraf merawat banyak pasien di rumahnya. (Sabar = sakit).
  • Pak Sueb meminta izin untuk kembali ke Bandung di tengah perjalanannya. (belakang = kamar mandi).
  • Setelah kecelakaan bus kemarin, dia dirawat lama karena tiba-tiba menjadi pembicara. (Tidak dapat berbicara).
  • Bingung dan tidak bisa bekerja, Marni akhirnya memutuskan bekerja sebagai PSK. (pelacur bisnis).
  • Sementara keluarga bibi ini tinggal bersama kami, bantulah pamanmu yang kini menjadi tunawisma. (tidak ada akomodasi).
  • Ingin melanjutkan studi ke universitas seperti mimpi baginya karena belum mapan. (belum mapan = belum layak secara finansial).
  • Sebagai penyandang tuna netra, Pak Karno memiliki hak yang sama dengan masyarakat pada umumnya. (Buta buta = buta).
  • Setelah lama menderita, Tuan Gono meninggal di Kerajaan Suci. (mati = mati).
  • Anggota Polri diberhentikan secara tidak hormat karena telah mencemarkan nama baik lembaga dengan beberapa tindak pidana (diberhentikan = dipecat).
  • Dalam dunia kesehatan, konsumen jiwa sehat diperlakukan dengan sangat baik di RS Tataan agar emosinya tetap stabil. (konsumen jiwa yang sehat = gila).
  • Prediksi psikis tidak dapat sepenuhnya diandalkan. (Paranormal = dukun).
  • Adik Yuli kuliah hukum di universitas terbaik di Indonesia, tapi tetap kerja. (pengangguran = menganggur).
  • Harapannya terpacu untuk bekerja di firma arsitektur ternama karena keahliannya yang kurang (tidak memadai = tidak pintar).
  • Penghuni kompleks apartemen sudah terbiasa memutarbalikkan berita tentang dirinya. (Berita aneh = hal buruk).
  • Saputra membuat kesalahan di sekolah. Hal ini mengakibatkan dia didenda beberapa kali oleh sekolah.
  • Nenek kembali ke pangkuan Yang Maha Kuasa. (kembali ke siklus = mati).
  • Aldo adalah pelayan di restoran Padang seberang sekolah. (pelayan = juru masak).
  • Para pengemis di jalanan semuanya tunawisma. (tunawisma = gelandangan).
  • Orang malas yang tidak mau bekerja akhirnya menjadi pengemis. (tanya pengemis = pengemis).
  • Penjual pasar Lotte sangat cantik. (penjual = penjaga toko).

Contoh idiom eponim dan penjelasannya

a.) Saya berharap hidung petugas di negara ini memiliki hidung seperti hidung Pinocchio, sehingga mereka tidak berani membohongi rakyat.
Penjelasan:
Makna kalimat di atas adalah angka yang saya harap ada kesadaran pejabat agar tidak berani membohongi rakyat. Kesadaran ini kemudian dibandingkan dengan hidung karakter fiksi Pinocchio. Pinocchio sendiri merupakan tokoh fiktif yang memiliki hidung. Hidung Pinocchio bisa meregang sendiri jika itu bohong. Oleh karena itu, penggunaan Pinocchio pada contoh kalimat 4 sesuai dengan tujuan kalimat tersebut.
b.) Kita kehilangan sosok negarawan seperti Bung Hatta yang ingin hidup sederhana, padahal dia orang penting di negeri ini.
Penjelasan:
Maksud dari kalimat di atas adalah agar karakter kita pada kalimat di atas sangat menginginkan karakter seorang negarawan yang rela hidup sederhana, meskipun sudah menjadi pegawai negeri di negeri ini (Indonesia). Untuk menambahkan konteks ini, Bung Hatta (Mohammad Hatta) dimasukkan dalam kalimat di atas. Bung Hatta sendiri dikenal sebagai negarawan yang hidup sederhana, meski menjadi tokoh penting di negeri itu. Kerendahan hatinya ditunjukkan dengan keengganannya untuk dimakamkan di Makam Pahlawa Kalibata dan lebih memilih untuk dimakamkan di kuburan biasa tempat orang-orangnya dimakamkan. Oleh karena itu, penggunaan nama Bung Hatta pada contoh kalimat 3 sangat sesuai dengan tujuan kalimat tersebut.
c.) Hanya Dewi Fortuna yang bisa menyelamatkan tim futsal SMAN 7 dari kekalahan.
Penjelasan:
Maksud dari kalimat di atas adalah tim sepak bola SMAN 7 menang jika ada faktor keberuntungan yang mengalahkan mereka. Faktor keberuntungan kemudian dibandingkan atau diilustrasikan dengan sosok dewi rejeki yang terdapat pada kalimat di atas. Dewi Fortuna sendiri sebenarnya adalah dewi yang dianggap membawa keberuntungan. Oleh karena itu, penempatan Dewi Fortuna pada kalimat di atas sudah sesuai dengan maksud kalimat tersebut.
d.) Rakyat masih menunggu Ratu Adil mengurus semua masalah negeri ini.
Penjelasan:
Arti dari kalimat di atas adalah bahwa rakyat sedang menunggu seseorang yang lebih berkuasa agar dapat mengatasi segala persoalan di negeri ini. Untuk memperkuat konteks kalimat, sosok Ratu Adil dimasukkan dalam kalimat di atas. Ratu Adil sendiri merupakan tokoh mitologi Jawa yang dipercaya sebagai penyelamat yang menawarkan keamanan dan keadilan bagi rakyatnya. Oleh karena itu penggunaan Ratu Adil dalam kalimat di atas sesuai dengan tujuan kalimat di atas.

Hal tersebut dapat admin sampaikan dalam materi kali ini yaitu tentang idiom dengan nama yang sama. Kami berharap materi yang dibahas dalam artikel ini dapat membawa pemahaman dan manfaat bagi pembaca semua.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button