Pendidikan

Majas Perulangan – Pengertian, Jenis, Penjelasan dan Contoh

Ulangi suku Maya – Idiom atau perumpamaan adalah bahasa klasik yang digunakan untuk menajamkan niat. Dalam KBBI diartikan sebagai cara menggambarkan sesuatu yang menyamakannya dengan sesuatu yang lain. Idiom lainnya adalah idiom.

Majalahducation.com akan memberikan materi pembelajaran berjudul Pengulangan Maja. Dimana materi pembelajaran ini diulas dengan menggunakan definisi, jenis, penjelasan dan contoh.

memahami

Idiom pengulangan merupakan karya sastra yang bernilai tinggi. Hitungan rep ini biasanya menggambarkan sesuatu yang berasal dari refleksi seseorang yang telah memikirkan secara mendalam tentang suatu situasi.

Ulangi suku Maya

Secara umum bentuk idiom ini juga merupakan citraan atau gaya bahasa yang penggunaannya bertujuan untuk menimbulkan kesan imajinatif bagi pendengarnya guna menghasilkan efek tertentu.

Jenis majas berulang

Jenis-jenis pidato berulang ini adalah sebagai berikut:

Anadiplose Mayas

Anadiplose adalah jenis citraan berulang di mana kata atau frase terakhir dari suatu kalimat atau frase menjadi kata atau frase pertama dari frase atau frase berikutnya.

Contoh:

a.) Darah dalam tubuh.
Ada energi dalam darah.
Ada kekuatan dalam kekuasaan.
Semuanya berkuasa.
b.) Saya memakai baju saya.
Saya punya hati.
Di dalam: oh tidak peduli apa yang ada di sana.
c.) Ada kaca di matanya.
Adinda ada di dalam gelas.
Ada harapan bagi Adinda.
Dengan harapan ada cinta.

epifora

Episphora adalah gaya bicara yang diulang dalam bentuk kata atau frase yang diulang di akhir atau kalimat berikutnya.

Contoh:

a.) Tanah tempat Anda tinggal, laut yang Anda layani adalah puisi,
Udara yang kau hirup, udara yang kau telan adalah puisi
b.) Jika Anda mau, saya akan datang.
Jika Anda mau, saya akan datang.
Jika Anda bertanya, saya akan datang.
c.) Bahasa resmi adalah bahasa Indonesia.
Bahasa umum adalah bahasa Indonesia.
Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia.
Bahasa kebanggaan adalah bahasa Indonesia.
d.) Ibumu memasak di dapur saat kamu tidur.
Saya mengunyah daging saat Anda tidur.

Chiasm Maya

Chiasmus adalah bahasa kiasan yang mengandung pengulangan sekaligus kebalikan dari hubungan antara dua kata dalam sebuah kalimat.

Contoh:

1.) Dia mengutuk yang benar dan membenarkan yang jahat.
2.) Sudah umum dalam kehidupan bahwa banyak orang pintar mengaku bodoh dan banyak orang bodoh menganggap dirinya pintar.
3.) Yang kaya merasa miskin sedangkan yang miskin merasa kaya.
4.) Jangan heran kalau orang cantik merasa jelek sedangkan orang jelek merasa cantik.
5.) Aduh, penduduk desa bertindak seperti penduduk kota dan penduduk kota bertindak seperti penduduk desa.

Tropis Megah

Tropes adalah bahasa kiasan yang menggunakan idiom dengan kata atau istilah lain untuk profesi seseorang.

Contoh:

1.) Dia terkubur di kamarnya sepanjang hari.
2.) Bapak Presiden terbang ke Denpasar pagi ini.
3.) Setiap malam dia menjual suara dari satu panggung ke panggung lainnya.
4.) Demi membela istri dan anak-anakku, aku menyerah meski berlumuran darah.
5.) Setiap malam dia menjual hak suaranya untuk menghidupi anak dan istrinya.
6.) Untuk menghilangkan kerumitan pikirannya, dia menyelam di antara botol soda.
7.) Selama berhari-hari dia asyik dengan buku, pikirannya mengembara entah kemana.

Mesodiplosis majas

Mesodylopsis adalah jenis pencitraan berulang dalam bentuk kata atau frasa yang diulang.

Contoh:

1.) Pendidik harus meningkatkan kecerdasan bangsa.
Dokter perlu meningkatkan kesehatan masyarakat.
2.) Kami berharap untuk hati dan bahasa Anda
Tolong dengarkan suara kami dan katakan itu.
3.) Anak-anak kehilangan orang tua.
Orang tua adalah anak-anak yang hilang.
Aku merindukan temanku
Apakah Anda menginginkan kedamaian batin?
Anda telah melewatkan kesuksesan akademis Anda.
Kumbang tidak memiliki bunga.
Kebalikannya hilang bulan.
Ombak telah kehilangan pantai.
Singkatnya, setiap orang menginginkan sesuatu dalam hidup.

anafora

Anafora adalah bentuk pengulangan kata atau frase di awal kalimat atau penggalan kalimat yang ditempatkan satu demi satu.

Contoh:

1.) Bisakah Anda menyukai dan mencintai diri sendiri?
Bisakah Anda selalu bermimpi tentang diri sendiri dan merasa tersesat?
Apakah Anda selalu ingin berada di sisi Anda?
ingin menjalani hidupmu
2.) Saya mencari Anda di toko
Aku mencarimu karena kamu peduli, karena kamu mencintaiku
Aku mencarimu karena aku mencintaimu, karena aku bingung.
3.) Dengan aktif belajar, kamu bisa mengambil jurusan yang kamu inginkan. Pembelajaran aktif akan merusak nilai Anda.
Pembelajaran aktif dapat membantu Anda mencapai tujuan yang Anda inginkan.

Majas Anonansi

Asonansi adalah jenis bahasa kiasan berulang dalam bentuk pengulangan vokal yang sama. Biasanya digunakan dalam puisi atau prosa untuk menghasilkan efek yang menekan atau menyembuhkan.

Contoh:

1.) Jaga dirimu.
2.) Semuanya ada di dada.
3.) Api di hati padam.
4.) Wajah muda agak suram.
5.) Tidak siaga, tidak normal.

Enomerasia Maja

Ada beberapa kejadian yang membentuk satu kesatuan yang dideskripsikan satu per satu, sehingga setiap kejadian secara keseluruhan tidak jelas.

Contoh:

1.) Bunga yang indah, kelopak yang indah, batang yang indah, duri yang indah.
2.) Laut Tenang Di atas karpet biru tanpa perahu nelayan yang sepi perlahan meluncur. Angin sepoi-sepoi bertiup lembut. Bulan bersinar dengan intens. Gemerlap bintang di sana-sini. Semua bergabung untuk membentuk gambar yang harmonis. Ini adalah keindahan yang nyata.

Cukup Majas

Simploke adalah jenis gaya bicara yang berulang-ulang berupa pengulangan di awal dan akhir beberapa baris atau kalimat dalam satu baris.

Contoh:

1.) Ada selusin gelas bertumpuk. Tidak patah.
Selusin piring menumpuk. Tidak patah.
Ada selusin barang lain yang menumpuk juga. Tidak patah.
2.) Anda bilang saya egois, saya bilang terserah saya
Anda bilang saya jalang, saya bilang terserah saya
Kamu bilang aku egois, aku bilang terserah aku
Anda bilang saya jalang, saya bilang terserah saya
3.) Anda bilang saya pelacur. Saya mengatakannya seperti ini.
Kamu bilang aku cabul. Saya mengatakannya seperti ini.
Anda bilang saya sampah sosial. Saya mengatakannya seperti ini.
Anda mengatakan saya penuh dengan dosa. Saya mengatakannya seperti ini.

Majas Tautotes

Tautotes adalah gaya di mana sebuah kata diulang-ulang dalam sebuah bangunan.

Contoh:

1.) Saya menuduh Anda, Anda menuduh saya, Anda dan saya saling menuduh, Anda dan saya berdebat.
2.) Aku adalah kamu, kamu adalah aku, kamu dan aku adalah sama.
3.) Aku mencintaimu istriku. Aku ingin cinta kita sampai kematian datang.

Aliterasi Maya

Aliterasi adalah jenis bahasa yang menggunakan purwaanti, atau penggunaan kata yang diawali dengan bunyi yang sama.

Contoh:

1.) Tebak dua rasa sakit.
2.) Keheningan dalam diri saya.
3.) Dara Damba Daku
4.) Berasal dari danau

contoh dan penjelasan

Berikut adalah beberapa contoh idiom berulang, sebagai berikut:

1.) Di tempat kerja, tidak ada perbedaan antara siang dan malam.
Penjelasan:
Ekspresi kiasan paralelisme terlihat pada penggalan ungkapan “Siang dan Malam”, yang mengungkapkan kesamaan posisi sesuatu dalam kaitannya dengan karya.
2.) Dalam kegiatan ekonomi, peran produsen dan konsumen sangat penting.
Penjelasan:
Paralelisme paralel terlihat pada penggalan ungkapan “produsen dan konsumen”, yang mengungkapkan kesamaan posisi sesuatu dalam hal peran dalam kegiatan ekonomi.
3.) Baik tua maupun muda harus tetap mengikuti acara tahunan yang diselenggarakan oleh perangkat desa.
Penjelasan:
Frasa ini ditunjukkan dalam penggalan frasa “tua dan muda” yang menyatakan kesamaan posisi terkait dengan kewajiban menghadiri acara tahunan desa.
4.) Anda adalah apa yang saya suka, Anda adalah apa yang saya inginkan dan Anda adalah apa yang saya inginkan.
Penjelasan:
Pada kalimat di atas terdapat pengulangan pada penggalan kalimat “you are what I love…”. Ini dimaksudkan untuk menegaskan apa yang perlu dikatakan, yaitu sesuatu yang ditulis setelah frasa “Kamu adalah apa yang aku suka…”.
5.) Saya merasa sangat pahit, saya merasa sangat pahit dan saya merasa sangat sulit dengan Anda.
Penjelasan:
Pada kalimat di atas terdapat pengulangan kalimat “Saya merasa sangat pahit…”. Ini bertujuan untuk mengkonfirmasi apa yang perlu dikatakan, sesuatu yang ditulis setelah fragmen “Aku merasa sangat pahit…”.
6.) Semua yang saya lakukan selalu salah, semua yang saya lakukan selalu sia-sia dan semua yang saya lakukan selalu membuat Anda marah.
Penjelasan:
Pada kalimat di atas terdapat pengulangan kalimat “everything I always do…”. Ini bertujuan untuk mengkonfirmasi apa yang perlu dikatakan, yaitu sesuatu yang muncul setelah kalimat “semua yang selalu saya lakukan…”.
7.) Putranya sudah menjadi sinonim di masyarakat desa.
Penjelasan:
Anak-anak dan bibir adalah dua hal yang berbeda. Anak-anak memiliki arti anak-anak sedangkan bibir memiliki arti percakapan atau obrolan.
8.) Paman selalu membawa oleh-oleh bekerja untuk suaminya.
Penjelasan:
Souvenir dan minion adalah dua hal yang berbeda. Souvenir artinya cinderamata sedangkan bawahan artinya karyawan atau karyawan.
9.) Kami naik lift
Penjelasan:
Kalimat di atas menunjukkan penggunaan kata yang mubazir dalam frasa “Kami naik lift ke atas”. Logikanya kalau naik lift juga harus naik, cuma ekspresi sok itu yang disalahgunakan untuk menimbulkan kesan tertentu.
10.) Lembaga Sodaqoh Zakat dan Infaq memiliki jargon “seribu hari” untuk mulai memberikan informasi dari hal terkecil.
Penjelasan:
Huruf miring di atas bila suku kata dipisahkan: se-ha-ri, seribu ribu, sa-ja. Perhatikan suku kata pertama di awal kata! Dari ketiga kata tersebut, ketiganya memiliki kesamaan pada awal suku kata. Ini adalah fitur aliterasi.
11.) Pria itu setampan pangeran padang pasir.
Penjelasan:
Pada huruf miring dari kata-kata di atas, jika dipisahkan suku katanya adalah: gu-run dan pa-nge-ran. Perhatikan suku kata pertama di awal kata! Dari ketiga kata tersebut, ketiganya memiliki kesamaan pada awal suku kata. Ini adalah fitur aliterasi.

Hal tersebut dapat admin sampaikan dalam materi kali ini yaitu tentang majas ulangan. Kami berharap materi yang dibahas dalam artikel ini dapat membawa pemahaman dan manfaat bagi pembaca semua.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button