Umum

Pengalaman Tidak Membayar Pinjaman Online

Pengalaman Tidak Membayar Pinjaman Online (kasus pinjaman online tidak dibayar) – Artikel berikut akan merangkum daftar pengalaman tidak membayar pinjaman online atau kasus pinjaman online tidak dibayar dari rekan-rekan yang pernah mengalami kesulitan dalam membayar tagihan pinjol. Pengalaman ini beneran terjadi dan bukan cerita fiktif. Setiap cerita dilengkapi ke link sumber yang bisa kamu cek dan cari tahu detailnya.

Adapun tujuan dari rangkuman pengalaman tidak membayar pinjaman online atau kasus pinjaman online tidak dibayar ini adalah:

  1. Belajar dari pengalaman orang lain
  2. Menginspirasi dan menguatkanmu jika kamu memiliki masalah yang sama
  3. Mencari kemungkinan solusi
  4. Menakar resiko dari pinjaman online dan
  5. Menghindari kesalahan yang sama

Terjerat Pinjaman Online Hingga 30 Juta

Adalah Melia, karyawati perusahaan swasta di Kota Surabaya. Ia menceritakan pengalamannya terjerat hutang hingga puluhan juta dibanyak aplikasi pinjaman online.

Mulanya ia hanya meminjam Rp 1.500.000 di satu aplikasi saja. Namun karena mengalami kesulitan dalam membayar tagihan, ia kerap ditagih dengan cara yang menganggu dan tidak menyenangkan. Merasa terganggu dan tidak nyaman, ia terpaksa meminjam pada aplikator lain untuk menutup utang tersebut.

Sayangnya itu bukan akhir cerita. Ia mengalami perlakuan yang kurang lebih sama dengan pinjaman yang pertama, yang memaksanya untuk kembali meminjam di aplikator lain demi menghentikan penagihan yang mengarah ke intimidasi. Begitu seterusnya hingga ia meminjam di 37 aplikator pinjol dengan total pinjaman Rp 30-an juta.

Melia mengeluhkan cara penagihan yang dilakukan oleh para debt collector. Menurutnya cara yang digunakan adalah dengan meneror, yaitu dengan mengirimkan pesan pendek kepada dirinya juga kepada teman-temannya. Karena intimidasi dan teror tersebut akhirnya ia memutuskan keluar dari tempat kerja karena tidak tahan menanggung malu.

Sumber berita: Link

Meminjam di 15 Aplikasi Pinjaman Online

Pengalaman tidak membayar pinjaman online berikutnya datang dari Asep, karyawan perusahaan swasta dari Jakarta. Ia menceritakan pengalamannya ini dalam diskusi bertajuk “Peran Negara Melindungi Pengguna Aplikasi Pinjaman Online” di Kantor LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (4/1/2019).

Pada 2016 ia membutuhkan dana beberapa juta. Ia memutuskan untuk meminjam di aplikasi pinjaman online yang bernama Doctor Rupiah, dan pinjaman pun cair sebesar Rp 4.000.000. Karena satu dan lain hal, ia telat membayar tagihan. Akibatnya ia dikenakan bunga sebesar 40% dari besar pinjaman yaitu Rp 1.600.000/bulan. Sehingga total pinjaman yang harus ia bayar mendekati angka 6 juta.

Karena jumlah pinjaman yang harus dibayar terlalu besar, Asep mengaku tak sanggup membayarnya. Terlebih ia juga memiliki angsuran kredit rumah dan motor tiap bulannya. Untuk menyiasati kesulitan tersebut, Asep terpaksa meminjam pada perusahaan Fintech lainnya. Sialnya pola tersebut terus berulang hingga Asep tercatat telah meminjam di 15 aplikasi pinjaman online.

pengalaman tidak membayar pinjaman online

Terjerat hutang yang kian dalam tersebut ia menyebut dirinya kolaps. Bukan itu saja, ia juga mengaku tertekan dan stres dengan cara penagihan dari debt collector yang tak etis. Pada masa-masa suram tersebut ia terpaksa menunggak pembayaran cicilan rumah hingga 4 bulan dan biaya SPP anak sampai 3 bulan. Sampai akhirnya ia memutuskan menjual tanah yang ia miliki untuk melunasi sebagian dari hutang-hutangnya.

Diakhir cerita ia berpesan agar masyarakat berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan tawaran pinjaman dari aplikasi pinjol. Meski prosesnya mudah, bunga pinjaman kerap terlampau tinggi.

Sumber berita: Link

[su_row]
[su_column size=”2/3″]

[su_box title=”Bacaan Referensi” style=”soft” box_color=”#3aa3ff” radius=”2″]

[/su_box]

[/su_column]
[/su_row]

Teror Doctor Rupiah Sepanjang Tahun

Masih berkaitan dengan pengalaman tidak membayar pinjaman online diatas, kasus pinjaman online tidak dibayar kali ini juga melibatkan aplikasi pinjaman online Doctor Rupiah. Pengalaman ini menimpa rekan kerja penulis, sebut saja CA. Dimana ia ditagih terus menerus hampir setiap harinya dan sepanjang tahun. Penagihan yang lebih mirip teror karena sangat mengganggu dan tidak mengenakkan.

Awal 2019 mulai sering telpon masuk yang menanyakan CA. Bertanya perihal keberadaan CA, apakah benar karyawan disitu, berapa lama, sekarang dimana, tinggalnya dimana, ada nomor lain yang bisa dihubungi, dan sejumlah pertanyaan interogatif lainnya. Jika sekedar nelpon mungkin tidak jadi masalah karena kita tinggal jawab apa adanya. Namun hal yang mengganggu adalah mereka kerap mengancam dan dengan entengnya menuduh bahwa kami menyembunyikan CA. Sering sekali percakapan yang mulanya baik-baik berakhir dengan makian dan hinaan.

Ternyata CA meminjam uang di Doctor Rupiah sebesar 2 juta dan sudah hampir 1 tahun belum juga membayarnya. Ketika dikonfirmasi, ia memang meminjamnya dan yang mengejutkan ia tak berniat membayarnya! Alasannya adalah ia terlanjur sakit hati dengan perusahaan tersebut yang menurutnya sudah keterlaluan baik dalam perhitungan bunga dan denda maupun cara-cara yang digunakan ketika menagih. Hingga tulisan ini ditulis, Debt Collector dari Doctor Rupiah masih menelpon untuk menagih walaupun mulai berkurang intensitasnya.

Yang terbaru adalah awal Maret 2020 yang lalu. Dimana pernah dalam sehari ia menelpon hingga belasan kali. Kali ini ia tak lagi sungkan berkata kasar dan terlihat sekali niatnya untuk mencari keributan. Bahkan dengan jelasnya ia mengatakan kalau tidak mau bayar, ia akan meneror terus. Dan itu dibuktikannya dengan menelpon setiap 30 menit sekali. Itu adalah hari terburuk, bayangkan saja seisi kantor menjadi tegang setiap kali telpon berdering. Hari yang mencekam itu akhirnya berlalu, tapi tentu saja ia bisa datang lagi kapan saja dia mau.

Sumber berita: Pengalaman pribadi

[su_note]Artikel akan di-update secara berkala jika ada pengalaman tidak membayar pinjaman online atau kasus pinjaman online tidak dibayar lainnya.[/su_note]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button