Pendidikan

Pengertian, Menurut Para Ahli, Fungsi, dan Jenis

Apa itu motivasi? Pada kesempatan kali ini admin akan membahas tentang pengertian motivasi menurut para ahli, fungsi motivasi dan jenis-jenis motivasi.

Motivasi adalah proses yang menentukan intensitas, arah, dan kesungguhan individu untuk mencapai tujuannya. Tiga bagian penting dalam pengertian ini adalah intensitas, arah dan ketulusan.
Ada hubungan etimologis dari asal kata motivasi dan motif (yang berasal dari kata “motivus”). Motif adalah dukungan atau kekuatan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk bertindak. “Motif” selalu berhubungan dengan banyak aspek dan juga berhubungan dengan banyak hal, baik internal maupun eksternal. Kemudian keadaan yang mempengaruhi motif tersebut dimaknai atau disebut sebagai motivasi.

Definisi motivasi

  • Motivasi adalah suatu proses untuk mencapai suatu tujuan. (McMahon)
  • Motivasi adalah suatu rancangan yang dapat membangkitkan dan mengarahkan perilaku seseorang dengan memberikan dukungan atau kekuatan organisme untuk melakukan sesuatu. (Teevan & Smith)
  • Motivasi adalah daya dalam diri setiap individu yang dapat mendorong untuk bertindak (bertindak) dengan cara tertentu. (Davies)
  • Motivasi adalah keadaan internal yang mendorong seseorang untuk bertindak, mendorong mereka untuk mencapai tujuan, dan menciptakan minat tertentu dalam suatu tindakan. (sosis Wiener)
  • Motivasi adalah dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diungkapkan melalui beberapa hal, yaitu: keinginan dan minat, dorongan dan kebutuhan, harapan dan impian, serta penghargaan dan penghargaan. (AS)
  • Motivasi menggerakkan kekuatan dan daya, seiring dengan terwujudnya suatu kemauan, baik individu maupun kelompok, untuk mencapai dan berjuang demi tujuan tertentu. (mamon)
  • Motivasi adalah sesuatu yang membangkitkan dan membangkitkan pikiran untuk berbuat dan bekerja. (Kartini)

fungsi motivasi

Motivasi sangat dibutuhkan dalam proses belajar, karena jika tidak ada motivasi belajar maka tidak akan dapat melakukan kegiatan belajar. Motivasi diperlukan untuk menentukan intensitas usaha belajar bagi siswa.

Menurut Djamarah (2002:123), ada tiga fungsi motivasi:

  1. Motivasi sebagai kekuatan pendorong di balik tindakan. Motivasi berfungsi sebagai pendorong untuk mempengaruhi perilaku siswa yang berkaitan dengan belajar.
  2. Motivasi menjadi kekuatan pendorong di belakang aktivitas. Dukungan psikologis menciptakan perilaku terhadap siswa yang merupakan kekuatan yang tidak dapat dihentikan yang kemudian diwujudkan dalam bentuk tindakan psikofisik.
  3. Motivasi sebagai pengontrol aktivitas. Siswa yang termotivasi dapat memilih aktivitas mana yang akan dilakukan dan aktivitas mana yang akan diabaikan.

Menurut Hamalik (2003:161), fungsi motivasi adalah:

  1. Mempromosikan munculnya sikap atau perilaku. Tanpa motivasi tidak ada perilaku seperti belajar
  2. Motivasi bertindak sebagai pengontrol. berarti mengarahkan kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
  3. Motivasi bertindak sebagai kekuatan pendorong. Motivasi bekerja seperti mesin di dalam mobil. Tingkat motivasi menentukan kecepatan suatu pekerjaan.

Menurut Sardiman (2006:85) ada 3 fungsi motivasi yaitu:

  1. Mendorong manusia untuk bertindak, yaitu sebagai penggerak atau motor yang mengeluarkan energi.
  2. Menentukan arah kegiatan yaitu menuju tujuan yang ingin dicapai
  3. Saat memilih aktivitas, ia menentukan tindakan apa yang perlu diambil yang sesuai untuk mencapai tujuan, mengesampingkan tujuan yang tidak berguna untuk tujuan itu.

Dengan usaha yang tekun dan dilandasi oleh motivasi, maka siswa akan belajar dengan baik dan hasil belajarnya akan optimal.

jenis motivasi

Menurut Dimyati dan Mudjiono (2002:86), motivasi sebagai kekuatan mental individu memiliki 2 jenis tingkatan kekuatan, yaitu:

sebuah. motivasi utama
Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif dasar, motif dasar ini bersumber dari aspek biologis atau aspek fisik manusia. Dimyati mengutip pendapat Mc.Dougal bahwa perilaku terdiri dari pemikiran tentang tujuan dan perasaan subyektif serta dorongan untuk mencapai kepuasan, misalnya mencari makan, rasa ingin tahu, dan sebagainya.

b. motivasi sekunder
Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari, motif ini berkaitan dengan motif sosial, sikap dan emosi dalam belajar yang berkaitan dengan komponen-komponen penting seperti afektif, kognitif dan penyembuhan, sehingga sangat penting bahwa motivasi sekunder dan primer dihubungkan oleh siswa untuk mencapai sesuatu keberhasilan belajar. .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button