Pendidikan

Pengertian, Tujuan, Jenis dan Contoh Adaptasi

Pada kesempatan kali ini admin akan membahas apa itu kustomisasi, pengertian kustomisasi, jenis kustomisasi, tujuan kustomisasi, dan contoh kustomisasi. Baiklah, berikut penjelasannya.

Definisi kustomisasi

Definisi kustomisasi adalah sistem dimana organisme melawan tekanan lingkungan untuk bertahan hidup. Organisme yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat: memperoleh air, udara, dan unsur hara (makanan). Penguasaan kondisi lingkungan fisik seperti suhu, cahaya dan panas.

Tergantung pada daerahnya, makhluk hidup memiliki bentuk dan karakteristik yang berbeda untuk beradaptasi dengan lingkungannya.

Habitat adalah lingkungan tempat hidup makhluk hidup. Pada dasarnya makhluk yang telah beradaptasi dengan lingkungan tertentu mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan tempat lain. Kecuali manusia, karena manusia memiliki otak dan pikiran sebagai alat untuk beradaptasi dengan berbagai lingkungan yang ada. Otak dan pikiran digunakan untuk menyesuaikan lingkungan sesuai dengan keinginan Anda. Misalnya di kutub dalam kondisi dingin ia membangun rumah berbentuk kubah, karena dengan bentuk seperti itu suhu di dalamnya akan lebih hangat.

Definisi kustomisasi

Jenis kustomisasi:

1. ADAPTASI MORFOLOGIS

Adaptasi morfologi berarti menyesuaikan bentuk atau struktur organisme hidup dengan lingkungannya. Ciri-ciri morfologi pada tumbuhan, mis. B. Bentuk dan ukuran daun, bentuk dan struktur akar, struktur jaringan daun, bentuk dan struktur batang, dan bentuk alat tumbuh. Ciri-ciri morfologi pada hewan, misalnya ukuran tubuh, warna tubuh, bentuk paruh, bentuk kaki dan alat gerak lainnya.

Contoh adaptasi morfologi:

sebuah. teratai dan eceng gondok

Teratai dan eceng gondok adalah tanaman yang hidup di atas air. Keduanya memiliki daun tipis dan lebar. Teratai memiliki akar yang berada di dasar air, sedangkan daunnya mengapung di permukaan air, batangnya berlubang.
Berbeda dengan teratai, eceng gondok dapat mengapung di atas air dengan seluruh tubuhnya. Eceng gondok bisa berenang karena memiliki tangkai daun yang berisi udara. Selain untuk melayang, ruang udara juga digunakan untuk bernafas atau pertukaran gas.

b. kaktus

Kaktus memiliki akar yang panjang dan tumbuh jauh, sehingga menyerap air dari area yang luas. Batang kaktus dapat menyimpan sistem air (sukulen). Jadi bentuk daunnya bertujuan untuk mengurangi penguapan untuk menghemat air.c. kaki burung

Bentuk kaki berbagai kelompok burung berbeda-beda tergantung cara hidupnya. Misalnya, kaki bebek memiliki jaring yang menghubungkan jari-jari kaki. Jaring seperti ini digunakan untuk berenang dan berjalan di darat dan di lumpur.yaitu paruh burung

Bentuk paruh burung bervariasi tergantung cara hidup dan jenis makanannya. Elang, misalnya, memiliki paruh yang besar dan kuat serta ujung yang tajam untuk mengoyak daging mangsanya.

e. mulut serangga
Bentuk mulut serangga berbeda-beda. Bentuk mulut serangga yang berbeda-beda merupakan hasil adaptasi terhadap jenis makanannya. Misalnya, serangga pemakan daun memiliki rahang atas dan bawah yang kuat. Serangga pengisap tidak memiliki rahang, melainkan memiliki pengisap seperti nyamuk.

2. PENYESUAIAN FISIOLOGIS

Seperti morfologi organ, proses fisiologis makhluk hidup disesuaikan dengan lingkungannya, kemampuan beradaptasi ini merupakan hasil dari metamorfosis lambat dalam jangka waktu yang lama. Proses penyesuaiannya sendiri bisa dilakukan dengan cepat.

Tujuan dan contoh penyesuaian

sebuah. Adaptasi fisiologis pada manusia dan hewan.

  • Jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pegunungan lebih tinggi daripada jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pantai/dataran rendah.
  • Ukuran jantung atlet biasanya lebih besar dari yang lain.
  • Pada cuaca dingin, orang lebih banyak menggunakan urine (urine).
  • Saat cuaca panas, orang mengeluarkan lebih banyak air melalui keringat.
  • Usus herbivora rata-rata lebih panjang dari karnivora dan memiliki dinding sel yang kaku
  • Unta memiliki kantong air di punuknya sehingga mereka dapat bertahan hidup di padang pasir.
  • Burung hantu memiliki penglihatan yang sangat tajam yang memungkinkan mereka melihat di malam hari
  • Ikan di laut mengeluarkan urin lebih pekat daripada ikan di air tawar
  • Musang dapat mengeluarkan bau busuk dengan menyemprotkan cairan melalui sisi lubang anus. Rahasianya berfungsi untuk menghindari musuh-musuhnya.

b. Adaptasi fisiologis pada tumbuhan.

  • Tumbuhan yang diserbuki serangga memiliki bau khas tersendiri.
  • Tumbuhan tertentu dapat menghasilkan zat khusus yang dapat melindunginya dari hewan herbivora.
  • Adanya saluran vaskular pada tanaman higrofitik yang memungkinkan kelebihan air menetes melalui tepi/ujung daun disebut talang.

3. PENYESUAIAN PERILAKU

Adaptasi perilaku berhubungan langsung dengan perilaku makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Terkadang organisme perlu melakukan perilaku tertentu agar dapat beradaptasi untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Berikut adalah beberapa contoh penyesuaian perilaku.

Contoh penyesuaian perilaku:

  • Bunglon melakukan mimikri, artinya mereka mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya. Ini untuk melindunginya dari bahaya yang akan datang.
  • Squid – Tinta cumi saat terancam. Squid juga mampu meniru.
  • Jika ada bahaya, kadal bisa mematahkan ekornya. Ekor biawak yang terpotong itu masih bisa bergerak, sehingga bisa mengecoh perhatian predator yang mengancamnya. Peristiwa ini disebut autotomi.
  • Paus muncul ke permukaan setiap 30 menit untuk menghirup oksigen dan mengeluarkan air, yang merupakan uap air jenuh. Peristiwa ini terjadi karena paus memiliki paru-paru yang tidak dapat memanfaatkan oksigen yang terlarut di dalam air.

Oleh karena itu definisi kustomisasi, jenis kustomisasi, contoh kustomisasi, dan tujuan kustomisasi. Mungkin berguna!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button