Pendidikan

Pengertian Tuna Wisma – Definisi, Karakteristik, Fungsi dan Contoh

Definisi gelandangan – Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sering hidup dari belas kasihan orang lain atau bekerja sebagai pemulung.
Orang yang tinggal di tenda tidak dianggap tunawisma. Di negara berkembang ada beberapa yang memilih menjadi tuna wisma, bukan berarti orang tidak punya atau kekurangan uang, mereka hanya ingin berpisah dari keluarga atau kewajibannya.

Majalah Education.com menyajikan materi pembelajaran berjudul Memahami Gelandangan. Dimana bahan ajar ini diulas dengan menggunakan definisi, ciri, fungsi dan contoh.

definisi

Tunawisma adalah seseorang yang tidak memiliki tempat tinggal tetap dan, karena berbagai alasan, harus tinggal di bawah jembatan, di taman umum, di tepi sungai, di stasiun kereta pinggir jalan, atau tempat umum lainnya untuk tidur dan menjalani kehidupan sehari-hari. hidup.

Definisi gelandangan

Tunawisma sering menggunakan kardus, seng, atau lembaran plastik, aluminium, selimut, kereta supermarket, atau tenda, tergantung pada geografi dan negara di mana tunawisma berfungsi sebagai batas antara wilayah dan properti pribadi.

Karakteristik

Rendah diri
Harga diri rendah untuk sekelompok orang, sehingga tidak memiliki rasa baru untuk ditanyai

Rendah hati dengan takdir
Mereka berpendapat bahwa kemiskinan adalah kondisi mereka sebagai gelandangan dan kemiskinan adalah takdir, sehingga tidak ada keinginan untuk mengubah apapun.

kebebasan dan joie de vivre
Orang yang tinggal di gelandangan diberi kegembiraan khusus.

fungsi

  • Tugas-tugas pelayanan rehabilitasi sosial bagi tunawisma dan yang membutuhkan dapat:
  • Para tunawisma dan pengemis dapat menyesuaikan cara hidup dan mencari nafkah dengan norma-norma sosial.
  • Perampok dan orang miskin tersedia dan bersedia untuk berpartisipasi dalam pelayanan sosial dan program rehabilitasi.
  • Gelandangan dan pengemis tentu saja dapat memenuhi fungsi dan peran sosialnya dalam masyarakat.
  • Meningkatkan kesadaran para gelandangan dan orang miskin tentang pentingnya pelayanan sosial dan program rehabilitasi.
  • Membantu tunawisma dan miskin untuk berpartisipasi dalam kegiatan sehari-hari.
  • Membantu para tunawisma dan miskin memenuhi kebutuhan dasar mereka.
  • Membantu para tunawisma dan miskin untuk mencapai potensi mereka.
  • Bantuan untuk gelandangan dan pengemis yang berperilaku normal.

Contoh dari gelandangan

Penyalahgunaan obat-obatan dan zat

Penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan alkohol sering menghalangi orang-orang di jalanan. Biasanya orang beralih ke hal-hal ini karena mereka depresi atau tidak dapat mengatasi tekanan.

Kekerasan dalam rumah tangga

Wanita tunawisma dan anak-anak terkait erat dengan penyebab ini. Banyak perempuan meninggalkan rumah mereka karena kekerasan dari suami mereka. Banyak anak dan perempuan menjadi tunawisma untuk menghindari kekerasan dalam rumah tangga.

Kurangnya dukungan masyarakat

Organisasi sosial sering membantu keluarga yang membutuhkan, seperti kehilangan anggota keluarga yang produktif atau bencana lainnya. Kurangnya dukungan ini dapat menyebabkan peningkatan jumlah tunawisma.

Kemiskinan

Kemiskinan adalah salah satu masalah utama yang menyebabkan tunawisma di seluruh dunia. Penghasilan rendah membuat orang tidak mampu membayar semua pengeluaran seperti perumahan, pendidikan, perawatan kesehatan, dll. Banyak orang mengabaikan biaya perumahan karena biaya perumahan yang begitu tinggi.

buta huruf

Kurangnya pendidikan dan buta huruf membuat sulit untuk menemukan pekerjaan yang cukup tinggi untuk menangani upah layak. Akibatnya, upah yang diperoleh tidak cukup untuk menutupi biaya hidup.

penyakit jiwa

Banyak tunawisma yang sakit jiwa. Orang dengan penyakit mental sering ditinggalkan oleh kerabat dan teman karena tidak dapat merawat orang dengan penyakit mental tersebut.

Tidak ada akomodasi

Sebagian besar penghuni liar dan miskin ini tidak memiliki tempat tinggal, atau mereka biasanya berkeliaran di tempat umum.

Hidup penuh ketidakpastian

Mereka tinggal di tanah air mereka dan mereka meminta setiap hari untuk sangat terganggu karena jika mereka sakit mereka tidak bisa mendapatkan jaminan sosial seperti PNS, yaitu TOLONG berobat dan berobat lainnya.

Kenakan pakaian lusuh

Setrika biasanya tidak pernah menggunakan pakaian yang rapi atau dasi untuk memakai pakaian kotor dan jorok.

masalah pengasuhan

Secara umum, para tunawisma dan miskin memiliki tingkat pendidikan yang relatif rendah, yang membatasi pekerjaan yang layak.

masalah dengan kualifikasi profesional

Tuna wisma dan orang miskin umumnya tidak memiliki keterampilan untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja.

masalah sosial budaya

Ada beberapa faktor sosial dan budaya yang membuat seseorang menjadi gelandangan dan miskin.

Demikian yang dapat admin sampaikan dalam materi ini dimana berlangsung pembahasan mengenai pengertian gelandangan. Kami berharap materi yang dibahas dalam artikel ini dapat membawa pemahaman dan manfaat bagi pembaca semua.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button